Electronic Resource
(E) Islam, Kemodernan dan Keindonesiaan
Melanjutkan para perambah modernisme (klasik) di masa-masa lampau, Nurcholish berpendapat bahwa Islam harus dilibatkan dalam pergulatan modernistik. Namun, berbeda dengan para pendahulunya, kesemuanya itu tetap harus didasarkan atas kekayaan khasanah pemikiran ke-Islaman tradisional yang telah mapan. Di Segi lain, sebagai pendukung neomodernisme, ia cenderung meletakkan dasar-dasar ke-Islaman dalam konteks nasional.
Tidak tersedia versi lain