Perpustakaan Universitas NU Kalimantan Selatan

  • Beranda
  • Masuk
  • VC
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of (E) Seni Memahami : hermeneutik dari schleiermacher sampai derrida
Penanda Bagikan

Electronic Resource

(E) Seni Memahami : hermeneutik dari schleiermacher sampai derrida

f. Budi Herdiman - Nama Orang;

Buku ini dapat digunakan untuk memahami teori interpretasi pada umumnya dan untuk melengkapi studi filsafat, teologi, sastra, sosiologi, etnografi ilmu komunikasi, ilmu hukum, ilmu politik. Tidak semua tokoh secara eksplisit menyentuh persoalan interpretasi skriptural. Schleiermacher, Bultmann dan Ricoeur memang sibuk dengan kitab suci. Namun Dilthey mengembangkan hermeneutik untuk metode ilmiah, Heidegger untuk ontologi, Gadamer untuk pemahaman manusia dan kebudayaan pada umumnya, Habermas untuk kritik ideologi, dan Derrida untuk dekonstruksi metafisika. Tentu persinggungan mereka dengan eksegesis tidak dapat dihindarkan juga.


Ketersediaan
#
Rak : (e-resources) 142.7
1137
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
142.7
Penerbit
Yogyakarta : Kanisius., 2015
Deskripsi Fisik
341 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-979-21-4580-9
Klasifikasi
142.7
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
online resource
Edisi
-
Subjek
seni memahami
seni
ilmu seni
fenomenologi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
f. Budi Herdiman
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • (E) Seni Memahami : hermeneutik dari schleiermacher sampai derrida
    Buku ini dapat digunakan untuk memahami teori interpretasi pada umumnya dan untuk melengkapi studi filsafat, teologi, sastra, sosiologi, etnografi ilmu komunikasi, ilmu hukum, ilmu politik. Tidak semua tokoh secara eksplisit menyentuh persoalan interpretasi skriptural. Schleiermacher, Bultmann dan Ricoeur memang sibuk dengan kitab suci. Namun Dilthey mengembangkan hermeneutik untuk metode ilmiah, Heidegger untuk ontologi, Gadamer untuk pemahaman manusia dan kebudayaan pada umumnya, Habermas untuk kritik ideologi, dan Derrida untuk dekonstruksi metafisika. Tentu persinggungan mereka dengan eksegesis tidak dapat dihindarkan juga.
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas NU Kalimantan Selatan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Unukase terus berinovasi untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian. Dengan semangat inklusif dan pelayanan prima, kami berkomitmen untuk menciptakan ekosistem belajar yang kondusif, modern, dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan pengguna.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?