Text
Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan untuk Membangun Karakter Bangsa
Karakter adalah nilai-nilai kebajikan (tahu nilai kebaikan, mau berbuat baik, dan nyata berkehidupan baik) yang terpateri dalam diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Karakter Privat, contohnya: tanggung jawab moral, disiplin diri dan penghargaan terhadap harkat dan martabat manusia dari setiap individu adalah wajib. Karakter Publik, contohnya: kepedulian sebagai warga negara, kesopanan, mengindahkan aturan main (rule of law), berpikir kritis, dan kemauan untuk mendengarkan, bernegosiasi dan berkompromi merupakan karakter yang sangat diperlukan agar demokrasi berjalan dengan sukses. Karakter Baik (good character) dipopulerkan Thomas Lickona (1992) merujuk pada konsep yang dikemukakan oleh Aristoteles sebagai “... kehidupan perilaku yang benar—perilaku yang benar dalam hubungannya dengan orang lain dan dalam hubungannya dengan seseorang atau kehidupan berprilaku baik/penuh kebaikan, yakni berprilaku baik terhadap pihak lain (Tuhan Yang Maha Esa, manusia, dan alarn semesta) dan terhadap diri sendiri. Kehidupan yang penuh kebajikan (the virtuous life) sendiri oleh Lickona (1991) dibagi ke dalam dua kategori, yakni kebajikan terhadap diri sendiri (self-oriented virtuous) seperti pengendalian diri (self control) dan kesabaran (moderation); dan kebaikan terhadap orang lain (kebajikan yang berorientasi pada orang lain), seperti kesadaran berbagi (kemurahan hati) dan merasakan kebaikan (kasih sayang). Kehidupan yang penuh kebajikan (the virtuous life) sendiri oleh Lickona (1991) dibagi ke dalam dua kategori, yakni kebajikan terhadap diri sendiri (self-oriented virtuous) seperti pengendalian diri (self control) dan kesabaran (moderation); dan kebaikan terhadap orang lain (kebajikan yang berorientasi pada orang lain), seperti kesadaran berbagi (kemurahan hati) dan merasakan kebaikan (kasih sayang). Kehidupan yang penuh kebajikan (the virtuous life) sendiri oleh Lickona (1991) dibagi ke dalam dua kategori, yakni kebajikan terhadap diri sendiri (self-oriented virtuous) seperti pengendalian diri (self control) dan kesabaran (moderation); dan kebaikan terhadap orang lain (kebajikan yang berorientasi pada orang lain), seperti kesadaran berbagi (kemurahan hati) dan merasakan kebaikan (kasih sayang).
Tidak tersedia versi lain