Perpustakaan Universitas NU Kalimantan Selatan

  • Beranda
  • Masuk
  • VC
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Mengungkap Peran Orang Dayak Bekumpai Memelopori Perdagangan Ke Sungai Katingan
Penanda Bagikan

Text

Mengungkap Peran Orang Dayak Bekumpai Memelopori Perdagangan Ke Sungai Katingan

Rizali Hadi - Nama Orang;

Sungai Katingan yang terletak di Kalimantan Tengah (sekarang) adalah merupakan salah satu sungai yang jauh dari perhatian para pedagang. Setelah berakhirnya Perang Banjar (1865), dan masih berlanjutnya Perang Barito sampai 1905, dimana orang Dayak Bakumpai banyak yang terlibat dalam peperangan tersebut. Orang Dayak Bakumpai adalah pedagang yang ulet seperti yang ditulis oleh Neuwenhuis (1900-an) dan Schwaner (1840-an). Mereka kemudian banyak yang mengalihkan kegiatan perdagangannya ke sungai Katingan untuk berdagang, yaitu mencari dan membeli hasil hutang seperti getah hangkang, katiau, jelutung, dan damar serta rotan. Sungai Katingan daerah rawan yang terkenal dengan asang kayau dan serangan magisnya. Pedagang dari Banjar, dari Negara dan Kelua tidak berani memasuki sungai Katingan. Orang Dayak Bakumpai menggunakan jukung gundul mengajak pedagang lainnya berkonvoi memasuki sungai Katingan. Perdagangan dimulai dengan pasar bisu, perdagangan barter, sampai perdagangan mengenal uang. Orang Dayak Bakumpaui banyak yang sukses dalam kegiatan perdagangan ini, baik yang berpusat di Mendawai maupun di Tumbang Samba. Orang Dayak Bakumpai kemudian membangun tempat tinggal di Tumbang Samba yang sekarang dikenal sebagai Samba Bakumpai. Sekarang dengan masuknya pedagang besar, atau pengusaha-pengusaha besar seperti pengusahaan hutan, perkebunan dan pertambangan mengakibatkan pedagang Bakumpai agak tersisih. Pedagang Bakumpai yang biasa dengan hitungan dua kali untung, yaitu untung di barang dan untung di hasil hutan, nampaknya kalah bersaing dengan strategi dagang yang datang berikutnya yang mempunyai perputaran lebih cepat dan lebih banyak menggunakannuang tunai. Pedagang Bakumpai harusnya mengatur strategi baru untuk mengembalikan zaman keemasan pedagang Bakumpai zaman dahulu.


Ketersediaan
#
Rak : (300) 333.75 RIZ m (1978)
1978
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
333.75 RIZ m
Penerbit
BANJARBARU : PADMA Publisher & Cmmunications., 2015
Deskripsi Fisik
205 hlm. ; 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-1087-91-6
Klasifikasi
333.75
Tipe Isi
text
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet. 1
Subjek
ekonomi
Info Detail Spesifik
Hibah Bapak Acep UPI Bandung, 2023
Pernyataan Tanggungjawab
Rizali Hadi
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas NU Kalimantan Selatan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Unukase terus berinovasi untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian. Dengan semangat inklusif dan pelayanan prima, kami berkomitmen untuk menciptakan ekosistem belajar yang kondusif, modern, dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan pengguna.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?