Perpustakaan Universitas NU Kalimantan Selatan

  • Beranda
  • Masuk
  • VC
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of (E) Do'a, Tangisan dan Perlawanan - Refleksi Sosialisme Religius : Do'a Ahlulbait dan Asyura di Karbala
Penanda Bagikan

Electronic Resource

(E) Do'a, Tangisan dan Perlawanan - Refleksi Sosialisme Religius : Do'a Ahlulbait dan Asyura di Karbala

Ali Syari'ati - Nama Orang;

Imam Ali Berdoa. ” Ya Allah! Jika kami menang, selamatkan kami dari tertipu oleh diri sendiri, kesemena-menaan, dan kezaliman. Ya Allah! jika kami kalah, hindarkan kehinaan dan perbudakan bagi kami semua.” Individu yang ingin berhasil dalam memikul tanggung jawab dan kepemimpinan sosial, seharusnya berdoa seperti diatas. Ya, doa mereka tidak boleh menjadi opium (candu) yang membunuh keberanian, kejantanan, perasaan dan kesadaran. Doa adalah manifestasi roh, ia tidak mengurung diri pada “realisme” vulgar , keterkungkungan dalam objek empiris atau pelecehan eksistensial. Setiap Revolusi memiliki dua misi. Misi pertama adalah darah, dan misi kedua adalah pesan. Kesyahidan (syahadah) bermakna ‘bangkit bersaksi’.

Orang-orang yang memilih kematian merah (kematian gemilang) adalah orang-orang yang ingin menunjukan cintanya terhadap kebenaran yang tengah dihancurkan dan terhadap nilai-nilai jihad yang dipandang sebagai senjata andalan yang kini berangsur diabaikan. Harus dicamkan bahwa seorang saksi tidak hanya bersaksi dihadapan Tuhan, tapi juga dihadapan manusia. ” Ali Syariati yang transenden, spiritualis, dan tetap realis dengan kesucian sejarah. Pemikirannya dalam buku ini menunjukan pribadinya yang gelisah dengan perjalanan sejarah yang reduksionistik, yang terpisah dengan kehidupan spiritual sebagai bagian dari eksistensi yang tidak terpisah dari diri dan kehidupan manusia.

Manusia eksistensinya adalah DOA dan KESAKSIAN. Penanya adalah Imam Ali, Imam Husein, Imam As-Sajad, lembaranya adalah sejarah. Syariati telah menuliskan lembaran sejarahnya dengan pena yang disucikannya melalui pengembaraan sejarah dan kebudayaan manusia. Penanya adalah Imamah dan lembaranya adalah Ummah.


Ketersediaan
#
Rak : (e-resources) Belum memasukkan lokasi
1380
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit
Yogyakarta : Rausyanfikr Institute., 2012
Deskripsi Fisik
208 hlm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786021897010
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
text
Tipe Media
computer
Tipe Pembawa
online resource
Edisi
-
Subjek
Sejarah Islam
sosiologi islam
ahlul bait
ali syariati
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • (E) Do'a, Tangisan dan Perlawanan - Refleksi Sosialisme Religius : Do'a Ahlulbait dan Asyura di Karbala
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas NU Kalimantan Selatan
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Unukase terus berinovasi untuk menjadi mitra strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian. Dengan semangat inklusif dan pelayanan prima, kami berkomitmen untuk menciptakan ekosistem belajar yang kondusif, modern, dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan pengguna.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?